Senin, 31 Maret 2025

ARSENAL

Dari sekian banyak kisah asmara dan patah hati yang aku rahasiakan, mungkin ini adalah satu yang berhasil membuatku hancur berantakan.

Aku tidak mengerti bagaimana cara kerja sebuah pola pikir yang dilandasi pernyataan bahwa tidak mengapa bertuai sapa dengan masa lalu hanya karna perasaan yang kini sedang tumbuh belum merekah secara utuh. Apa itu sebuah pembelaan atau pembenaran? Yang jelas aku tidak menemukan titik terbaik yang bisa memecah akal sehat dan logikaku. Setahuku itu merupakan tindakan kurang tepat karna dapat memicu perselingkuhan. Kebohongan yang dipupuk sedikit demi sedikit juga akan menimbulkan kecurigaan. Tapi mengapa aku yang dipaksa mengerti perihal sesuatu yang sewajarnya sudah ku pertanyakan; sungguh ajaib sekali.

Ada banyak jumlah permainan tradisional didunia dan segelintir diantaranya bisa kau mainkan untuk sekadar menghilangkan rasa bosan. Lalu mengapa perasaanku yang kau pilih? Bagaimana mungkin dapat kupercaya bahwa solusi terbaik dari sebuah pengkhianatan adalah pertemuan kembali untuk mengucapkan kata selamat tinggal. Kurang luaskah toleransiku selama ini? Tidakkah kau berfikir sehebat apa perdebatan kita kala itu? Hanya karna aku memaafkanmu bukan berarti itu menjadikanmu benar. Aku memang mengalah karna kupikir hal ini dapat diperbaiki selagi aku memberi ruang untuk batas-batas tertentu agar tidak memicu kau mengulanginya lagi. Lantas mengapa itu tidak membuatmu merasa cukup tuk tetap bersandar padaku? Serapuh itukah loyalitasmu atau memang sedari awal bukan akulah orang yang kau pilih.

"Kelak suatu saat nanti kau akan tahu betapa sulitnya bangkit setelah dibuat jatuh oleh seseorang yang kepadanya harapan terakhirmu kau habiskan".

Tidak ada yang bisa dimenangkan jika hanya berjuang sendirian, tidak ada yang bisa diharapkan dari seseorang yang membuatku merasa terbuang. Membersamaimu hanya akan menjadikanku seperti pecundang tak beruntung karna berhasil ditipu berkian kali. Dalam skala prioritasmu pun aku sudah kalah, memaksamu kembali pun tiada gunanya. Kau sama saja seperti orang-orang yang tak pernah puas dan hanya ingin dimengerti bak seorang ratu penguasa. Konsepmu dalam berfikir kurasa tidak normal. Membantai habis perasaanku dengan ribuan desing peluru dan tembakan meriam menghancurkan pilar kepercayaan berserta isinya telah sukses meniadakan hasratku menjalin hubungan.

Akan ku nikmati semua trauma ini sendiri, silahkan pergi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

2527

Apa tidak salah kudengar? Kau, menikah?  Hari itu adalah hari dimana hidupku berubah menjadi kelabu. Dalam sekejap seluruh semesta menjadi h...