Jumat, 23 Juni 2023

936,39 km

 

Ramai, padat, berisik.

Gerimis kecil mengagungkan sapaan kala aku datang. Adalah suaramu dari kejauhan yang kudengar, tatkala aku pertama kali menginjakkan kaki di tanah pasundan.

Kota ini sangat asing bagiku, Keseluruhan bangunan disini merupakan bangunan tua, beberapa ornamen tahun 70an nampak tak lapuk dimakan usia. Bahkan gedung-gedung operasional yang dibangun sejak masa penjajahan masih bertahan. Mungkin jika aku adalah seorang keturunan Belanda, aku akan sangat nyaman berada pada kota ini.

Pohon angsana menghiasi hampir setiap penjuru kota. Ketika aku terlarut menikmati pemandangan ditengah keramaian, kau memecah bising seraya berkata “Sini botol air minumnya aku yang bawa”

Kau adalah seseorang yang memporak-porandakan semestaku secara sporadis. Menulis lirik pada bongkahan reff lagu yang belum sempat ku nyanyikan. Entahlah.. bertemu denganmu ibarat menemukan kepingan puzzle yang selama ini kucari. Ketiadaan yang tadinya terbalut sunyi, kini membias melebur membentuk pelangi.

Bait-bait puisi yang dulunya rumpang, kini rampung.

Lagi-lagi imajinasiku menertawaiku tatkala aku selalu berhasil menemukan kecantikan pada setiap hal yang kamu lakukan.

Riak degup jantung mulai tak beraturan memecah irama. Untuk sesaat aku diam membeku, tak bergerak. Entah karena aku terpesona melihat rona pipimu kemerahan yang nampak membingungkan, atau karena suhu disini yang mencapai 18º C, dingin sekali.

“Tempat itu bagus bukan? besok aku akan mengajakmu mengelilingi tempat ini”, katamu.

Bola mata coklatmu yang indah ditambah senyum manis dengan permukaan gigi yang terlihat merupakan kombinasi terbaik yang tak pernah gagal membuat seisi duniaku meledak menjadi milyaran kembang api yang kemudian melebur bergerak menuju andromeda.

Kau selalu berhasil memberikan shock terapi pada hatiku; seakan-akan setiap hal yang kau lakukan seperti goncangan yang tak henti-henti membuatku berdecak kagum. Bak layaknya goresan warna pada sebuah kanvas lukisan. Dirimu, indah sekali.

Aku memang berada jauh dari rumah, namun setelah meyakinkan bahwa kamu akan selalu tetap di sampingku. Aku belum mau pulang kerumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

2527

Apa tidak salah kudengar? Kau, menikah?  Hari itu adalah hari dimana hidupku berubah menjadi kelabu. Dalam sekejap seluruh semesta menjadi h...