Senin, 24 Maret 2025

pathological liar!


Aku pernah mendengar sebuah kutipan yang berbunyi "satu kebohongan sudah cukup untuk mempertanyakan semua kebenaran". Sebagaimana peribahasa seekor tupai yang tidak selamanya pandai melompat, kali ini argumenku terpatahkan dengan kuat.

Dulu aku mengira kau adalah seseorang yang layak mendapat kepercayaanku setelah beberapa kurun waktu yang kita lalui selama fase perkenalan. Kau pun pernah berjanji untuk tidak menyakitiku dikemudian, lantas semudah itukah dirimu mematahkan ikrar yang dulu pernah kau ucapkan? Kala itu kau berani berbicara dengan lantang bahwa dirimu bukanlah seseorang yang sama seperti masa laluku. Dengan tegas menyangga jika aku perlu berfikir ulang untuk hal yang sebaliknya. Kalau memang pernyataan itu dilandasi perkataan serius tanpa perlu berteman dengan kekhawatiran, mengapa semua ketakutanku benar-benar kau visualisasikan? Kejadian sekarang ini sangat berbanding terbaik dari bait puisi bernada harapan selepas pertemuan kita sore hari itu.

Aku tidak pernah melarangmu dalam segala hal, mentaatimu bak seorang babu kepada majikan, mengedepankanmu dalam prioritas terdepan, bahkan menuruti keinginanmu disaat aku tak merasa nyaman. Bagiku membuka komunikasi kembali dengan mantan bukanlah sesuatu hal yang baik tuk dilakukan. Akupun tak sebodoh itu untuk tidak menaruh kecurigaan, namun bagimu pernyataanku hanyalah rasa kekhawatiran yang berlebih-lebihan. Lalu sekarang siapa yang harus disalahkan? Mengapa kamu melakukan satu-satunya kejadian yang tidak pernah aku inginkan. Sialan.

Mungkin beberapa aktor kelas dunia akan memujimu karna kau pandai dalam memanipulasi emosi. Kau pun bersikap seolah salahmu tak seberapa, menjadikan dirimu benar dikarenakan ketidakpekaanku dalam menderai sesuatu. Alibi demi alibi kau lantunkan untuk membuatku percaya bahwa kejadian itu hanya satu dan terakhir kalinya. Sayangnya semesta lebih memilih berpihak padaku. Tiada henti sepanjang waktu aku menemukan bukti satu-persatu. Jika ini merupakan sebuah kasus pembunuhan yang belum terpecahkan selama puluhan tahun maka aku akan bersorak kegirangan sebagai bentuk kemenangan. Kenyataannya ini hanya goreskan luka yang berhasil kau titipkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

2527

Apa tidak salah kudengar? Kau, menikah?  Hari itu adalah hari dimana hidupku berubah menjadi kelabu. Dalam sekejap seluruh semesta menjadi h...