Jumat, 28 Februari 2025

La

Cukup lama rasanya aku tak lagi mendengar hal-hal yang memiliki opini bersebrangan, memacu adrenalin dengan saling menyangga pendapat, mencari solusi atas permasalahan yang sedang terjadi, ataupun berdikari pada persepsi yang tidak awam. Tak heran jika saat ini kepekaanku dalam mendeteksi sesuatu mulai sedikit berkurang, termasuk sapaan darimu yang lolos dari batas radar bahayaku membuatku hilang keseimbangan.

Sering kali ditemukan dari berbagai peristiwa, sekian persen dari banyaknya manusia yang kurang siaga menjaga hatinya marajut kesimpulan bahwasanya seseorang yang hadir kembali menawarkan kebahagiaan lebih baik dari masalalu merupakan suatu proposal yang sangat amat menggiurkan. Hampir saja aku yang tak cukup sigap dibuat takluk oleh rayuan manis bernada indah itu, meski hati kecil membual isi kepala "apa salahnya tuh mencoba?" namun aku tidak ingin terjerembak untuk kali kedua.

Lantas bagaimana dengan manusia yang tak memiliki daya tahan kuat tuk membentengi diri dari penyesalan dikemudian hari sepertiku? Aku memang tak ingin menjadi orang yang denial, sebagian dari diriku masih menginginkannya kembali, sebagian dari diriku pula pun takut hal yang sama akan terulang lagi. Perasaan yang tak kunjung menghilang melebur dan membias menjadikannya fondasi menyatukan benih rindu. Hal-hal terbaik dalam hidupku ada pada dirinya, jika logika berhasil dikalahkan oleh delusi yang memenangkan perlombaan itu tak lagi mengherankan.

Betapa magisnya tutur kata yang ia ucap, bait demi bait ia rangkai menjadi sebuah paragraf istimewa. Aku tahu baginya hanya sekedar menegur, tapi untukku mendengar kembali suara rindu yang terucap dari mulutnya membuatku merasa menjadi manusia paling bersyukur.

Bohong jika aku tidak menaruh harap, bunga tidur yang selama ini menyelimuti tajuk dalam setiap judul mimpiku hampir seluruhnya berisi tentang dirinya. Seluruh dunia pun tahu aku masih menyayanginya dengan hebat, aku pun tidak dapat mengelak bahwa kehadirannya merubah situasi yang telah ku rencanakan. Hal semacam ini seharusnya tidak terjadi, tak seharusnya pula aku berlarut pada nostalgia yang berkepanjangan. Memalukan.

2527

Apa tidak salah kudengar? Kau, menikah?  Hari itu adalah hari dimana hidupku berubah menjadi kelabu. Dalam sekejap seluruh semesta menjadi h...