Selasa, 09 Januari 2024

familiar lyrics from MT's song, that's will be part 3 isn't it?


"Menurutmu, apa benar laki-laki hanya mencintai seseorang sekali dalam seumur hidup?"

"Sepertinya, mungkin"

"Lalu, apa yang akan dia rasakan jika suatu saat orang yang ia cintai pergi meninggalkan? Maksudku tidak semua kisah cinta berakhir manis bukan?"

"Dia akan tetap menunggumu dengan harapan suatu saat kamu bisa kembali bersamanya. Walaupun pada akhirnya akan kembali terabaikan, dia akan terus mengulang dengan harapan yang sama. Tidak seperti orang-orang kebanyakan yang mempunyai cinta sesaat. Baginya menunggumu adalah sesuatu hal yang menyenangkan meski yang ia rasakan hanya hempasan angin kerinduan."

"Lantas apakah benar perasaan cinta milik laki-laki jauh lebih besar dari seorang perempuan?"

"Aku rasa iya. Laki-laki yang cintanya tulus akan selalu menjadikan pasangannya sebagai tempat untuk pulang. Tempat yang kan ia datangi untuk menghilangkan lelah dan berkeluh kesah. Dan, ketika tiba saatnya orang yang ia cintai pergi meninggalkan, dia kan merasa kehampaan dalam dunia seakan-akan kehancuran sudah di depan mata."

"Berarti jika dapat kusimpulkan, setiap laki-laki pasti mempunyai perasaan terhadap seseorang yang tak dapat hilang dalam hidupnya?"

"Kurasa begitu."

"Lalu apa yang kan terjadi jika orang yang ia cintai adalah teman atau sahabatnya sendiri, apakah ia akan tetap mencintai orang itu meski resiko yang kan dihadapi cukup besar? Dimana semua pasti mengerti bahwa dalam suatu hubungan perasaan tidak baik untuk melibatkan perasaan. Ada kemungkinan setelah mengungkapkan, persahabatan tidak lagi menyenangkan."

"Pertanyaan yang bagus. Seperti yang kukatakan, mau sejauh apapun orang itu pergi, apabila ada kemungkinan tuk kembali dia kan tetap bertahan. Berdiam diri dan tak bergerak 1 Ichi pun untuk menjaga hatinya tetap baik-baik saja"

"Bagaimana ia bisa hidup dengan cara seperti itu?"

"Dia harus mengorbankan salah satunya, mengambil langkah yang tepat sebelum menentukan keputusan untuk memilih mana yang lebih utama, pertemanan atau perasaan"

"Jika demikian, maka mana yang lebih baik untuk dikorbankan?"

"(Sebaiknya) Perasaan"

Minggu, 07 Januari 2024

Era, Luna & Helianthus

Berdasarkan garis waktu yang ditetapkan, manusia-manusia yang dilahirkan ke dunia takkan lepas dari takdirnya masing-masing. Begitu pula dengan tanggung jawab yang kan mereka hadapi tak merubah apapun atas apa yang terjadi, meski beberapa diantaranya tidak senang atas apa yang sedang ia lalui. Serupa manusia penuh kejutan yang pernah kutemui selama periode tahun lalu, meski kedatangannya bersanding baik dengan keluh, kehadirannya cukup menghibur; sewaktu-waktu.

Ia merupakan gadis energik yang tidak pernah merasa lelah pada saat bercerita. Kegemarannya mengkonsumsi opini serta kemampuannya dalam berasumsi tak ayal membuatnya terlihat seperti pendongeng handal dari negeri seberang. Meskipun begitu, pada masa tertentu ada kalanya ia juga teramat sangat menjengkelkan.

Aku cukup lama tidak lagi menghubunginya. Terakhir kudengar ia sedang menjalin hubungan dengan seseorang yang telah ia anggap spesial. Kendati demikian, kita tetap berteman seperti biasa. Walau, terkadang.. ia menyapaku hanya untuk meminta potret bulan purnama yang sering kubagikan dalam platform sosial media pribadiku. Mungkin baginya aku adalah album foto berjalan yang mengkoleksi begitu banyak potret objek pemandangan dalam berbagai bentuk dan juga versi. Kurasa ia berfikir seperti itu.

Satu hal yang cukup menggelitik adalah kehadirannya yang sangat mudah ditebak. Contohnya ketika kebiasaanku yang rutin membagikan berbagai objek yang sempat kuabadikan pada lensa kamera selagi melakukan perjalanan. Kemudian tak lama berselang, ia selalu datang mana kala aku memiliki gambar yang ia sukai. Bak seorang tersangka kasus dugaan pembunuhan, gerak gerikku seperti dipantau. Wajar saja bilamana kuanggap ia selalu muncul tatkala suasana hatinya sedang gembira.

"Ihh bunga mataharinya cantik mas, aku boleh minta gambarnya gak?", begitu ucapnya yang tertera melalui notifikasi WhatsApp yang belum terbaca dari layar handphoneku.

Memang kuakui ia merupakan gadis yang cukup menyenangkan, disamping rasa percaya dirinya yang terlalu tinggi, bagiku ia mampu memberi warna tersendiri ditengah hitam putihnya dunia.

Aku menyadari bahwasanya, pertemuan kita diawal tak memberikan kesan. Antar kita satu sama lain tidak memiliki kesamaan, ia yang terlalu sibuk bergelut dengan moodnya sendiri sangat jauh berbeda denganku yang lebih detail dalam memperhatikan sesuatu. Meskipun kuanggap gadis satu ini cukup unik. Untuk pertama kali, si penyuka bulan ini mematahkan stereotipe dari kelompok manusia pada umumnya; termasuk asumsiku sendiri.

Yaa jika saja waktu dapat berhenti, aku ingin lebih memperhatikan tingkah lakunya yang sedikit berbeda dari kebanyakan. Sikap yang ia tunjukkan cenderung mengagumkan, seakan kemampuan dan daya tarik manusia ini diatas rata-rata. Mungkin saja pada saat Tuhan menciptakan ia mengambil lebih banyak hak kepemilikan. Salah diantaranya adalah kedigdayaannya yang menyebalkan.

Namun seperti yang kukatakan, bertemu dan mengenal baik dirinya merupakan takdir yang tidak dapat kuhindari. Selagi tidak menciderai, aku cukup menikmati.


2527

Apa tidak salah kudengar? Kau, menikah?  Hari itu adalah hari dimana hidupku berubah menjadi kelabu. Dalam sekejap seluruh semesta menjadi h...