Tidak lagi, tidak mungkin terjadi lagi. Apa ini? Sebuah penghinaan.
Bagaimana bisa aku dimanfaatkan dengan begitu mudahnya tanpa disadari. Sebuah konspirasi dimana aku tak mengira dapat dipermainkan, dengan bodohnya tertipu akan bualan yang kukira sungguhan. Memalukan.
Luar biasa, memang!
Manusia sangat penuh dengan tipu daya, tak heran jika berbagai persepsi yang dinyatakan berbanding terbalik dengan watak yang disembunyikan. Seperti halnya data intern perusahaan yang tersebar diberbagai platform sosial media. File-file penting tidak akan disebar-luaskan, yang mana pernyataan-pernyataan tertentu merupakan sebuah informasi yang tidaklah valid. Persis seperti perkataanmu sewaktu lalu, penuh omong kosong.
Seharusnya sedari awal aku menyadari bahwa menjatuhkan hati pada seorang manipulator yang tak pernah melegalkan janji dalam kamusnya merupakan suatu kebodohan. Aku mengira rangkaian kisah dari kita berdua dapat dinikmati sebagai satu-kesatuan. Agaknya belum cukup waktuku untuk membalas segala aduanmu. Lantas jika bagimu tadinya aku adalah seorang pemenang, pada akhirnya malah orang lain yang kau ajak berpesta dengan riang, padahal ia tidak ikut andil dalam berperang. Dasar penipu.
Aku takkan memikirkan ini secara berlarut. Walau bagiku kau begitu menyebalkan, akan kusimpan peristiwa ini sebagai bentuk dendam. Biarpun ingin kutumpahkan secangkir teh panas agar wajahmu melepuh. Akan tetapi, tidak mungkin aku melakukan itu. Waktuku terlalu berharga untuk menemui dirimu yang begitu rendah.
"Selamat", kataku.
Sekarang kusiapkan perasaanku tuk memudar. Aku kan memperkecilnya untuk mencintai diriku sendiri, sewajarnya saja. Rasa mencintai yang terlalu besar membuatku kehilangan hal-hal indah disekitarku, termasuk empati pada orang lain sepertimu. Darimu aku belajar bahwa yang selalu bersama belum tentu diajak selamanya. Setiap memori indah harus siap dilepaskan begitu saja. Selaksana bunga mawar yang telah layu meninggalkan duri, kau merupakan kenang yang tidak ingin kuulang kembali. Setiap orang memiliki masanya, dan setiap masa memiliki akhir cerita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar