Seperti halnya sebuah romansa klasik telenovela, jatuh cinta pada seseorang yang tak terduga adalah suatu perjudian.
Entah karna terlalu terlena atau aku yang tak pandai membaca rambu-rambu. Sesekali selipan senyum tipis pada tawamu membuat hormon oksitosin dalam tubuhku berpencar ke segala penjuru. Memaksa jantungku tuk berdetak lebih cepat, memacu adrenalin kembali mencuat. Aku berani bertaruh bahwa sesiapapun dari 7 milyar manusia yang ada di dunia takkan sanggup bertahan 5 detik menatap wajahmu. Karna sungguh, aku pun begitu. Menyadari bahwa kau memiliki daya pikat yang begitu magis sampai kiranya mampu tuk menghipnotis seluruh penghuni alam semesta. Mereka bilang, langit malam dengan ribuan bintangnya mengakui bahwa kau tak kalah indah. Begitu katanya.
Padamu lah aku berani berlabuh. Meski sewaktu-waktu ombakmu yang keras itu dapat membentum secara sporadis, aku tetap mendaratkan jangkar. Bagiku, tak peduli jika harus membayar mahal untuk kehilangan sebuah kapal. Harga yang cukup pantas mengingat apa yang bisa kau tawarkan dan sajikan sebagai obrolan ditengah santap malam. Sebuah perjudian dengan taruhan yang cukup besar adalah suatu kewajaran. Sebab, nadamu sanggup membeli bahagia. Sedang tawamu mampu membuatku hidup berkecukupan.
Aku tidak ingin menjadi sebuah paragraf kecil dari bagian cerita pendek yang kan berlalu dan terbuang. Melainkan aku ingin dirimu tuk selalu mengingat bahwa ada seorang laki-laki yang siap menjemputmu kapan pun kamu mau, dengan tulus, bagaimana pun resikonya, tanpa batas, juga tanpa banyak harapan. Laki-laki yang bahkan menyukai rasa itu, sebuah perasaan suka tanpa harus memilikimu.
Biarpun akan ada banyak persepsi-presepsi tidak menyenangkan yang kan bermunculan. Tentu tak mengherankan jikalau aku meminta kau kembali bersiap membangun rumah. Memperbaiki bagian-bagian yang hampir usang agar nampak seperti baru. Beberapa hal yang terdapat disudut ruangan diantaranya perlu tuk diganti. Terus terang aku tidak ikhlas membiarkan sepasang bola matamu yang sangat indah itu memandangi hal-hal yang mempunyai sifat keburukan.
"Kamu benar-benar yakin?", tanyamu.
Tenang saja, aku takkan terburu menderai sesuatu. Hiduplah seperti biasanya dan sebagaimana mestinya. Biarkan kilas balik yang terjadi belakangan ini sebagai pembelajaran untuk mensiasati waktu. Siapa tahu, mungkin di massa selanjutnya. Kita berbagi cerita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar