Musim dingin telah tiba, waktunya move on!
Aku berkelana ke beberapa platfrom sosial media untuk mencari teman.
Aku mendapat banyak teman disana, beragam orang telah aku temui. Mereka berasal dari berbagai background dan back story yang berbeda-beda. Tapi kita semua mempunyai satu kesamaan; mencari teman.
Terasa begitu nyaman berselancar tanpa batasan waktu, kebanyakan yang kulakukan memang hanya menyimak obrolan. Namun hingga suatu ketika, aku memberanikan diri untuk berinteraksi.
Sebagian dari mereka mempunyai kesan yang bagus terhadapku, beberapa menawarkan sandwich isi daging dengan potongan keju yang besar. Beberapa di antaranya lagi mengajakku untuk menjadi teman berbagi.
Namun ditengah lautan manusia dan banyaknya opsi yang dapat ku pilih. Aku tersipu dengan seseorang yang menanggapi opiniku dengan argumen yang tak biasa. Memberikanku petualangan akan dunia yang belum banyak ku ketahui.
Seorang gadis cantik berhijab khimar benar-benar mencuri perhatianku, kurasa dia orang yang baik. Terbesit dipikiran apakah aku bisa bersanding dengannya suatu saat? Ah menebak saja tidak akan cukup.
Asumsiku buyar seketika setelah bunyi notifikasi terdengar dari handphoneku. Entah dewi fortuna mendengar perkataanku secara kebetulan, tiba-tiba dia mengirimiku sebuah pesan singkat bernada sapaan. Pesan yang tidak pernah aku lupa dan tidak aku sangka akan datang.
Aku bersorak kegirangan, melompat ke kanan dan ke kiri bak seekor kelinci ditengah padang rumput yang begitu luas. Aku merasa senang.
Inginku umumkan pada dunia bahwa akulah seseorang yang beruntung itu.
Pada akhirnya kita saling bertukar rasa. Membangun sebuah pelabuhan kecil dengan tiang penyangga pada masing-masing pilarnya. Untuk sesaat aku merasa ingin sekali melukis pada sebuah kanvas. Menggambar setiap perjalanan (keyakinan) yang kita habiskan untuk bisa sampai pada titik ini.
Rasanya seperti menemukan emas di tumpukan permata.
Aku hanya tidak menyangka seekor burung kecil dapat mempertemukan dan mempersatukan kita berdua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar